My Statistics

Selasa, 23 April 2013
Bagaimana anda membayangkan tentang komputer awan? Apakah komputer yang dapat beroperasi di awan? Maka langsung saja saya akan menjelaskan apa yang dimaksud tentang komputer awan atau cloud computing.

Komputasi awan atau Cloud Computing adalah bagian dari pemanfaatan teknologi antara komputer dan awan, dimana awan yang dimaksud kali ini adalah internet. Ada definisi lain mengenai cloud itu sendiri dalam sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi oleh IEEE Internet Computing bahwa Cloud Computing adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan dalam server di internet dan tersimpan sementara di komputer pengguna, termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, sensor - sensor, dan lain - lain.
Dengan kata lain, cloud computing sangat membantu konsumen dan pebisnis untuk menggunakan aplikasi tanpa harus melakukan instalasi dan dapat mengakses file pribadi mereka dimanapun dan kapanpun selama ada koneksi internet. Teknologi ini sangat berguna untuk efisiensi penyimpanan, memory, pemrosesan, dan bandwidth.
Namun, teknologi ini mempunyai kekurangan utama, yaitu kecepatan akses dalam mengakses file sangat bergantung pada kecepatan akses internet, dan keamanan informasi yang masih sangat minim.
Contoh komputasi awan atau cloud computing adalah pada Yahoo mail dan Gmail. Pengguna tidak memerlukan software atau server untuk mengirimkan email, tetapi hanya dengan koneksi internet saja. Hal tersebut juga dapat dianalogikan, yaitu "Untuk menghirup oksigen dalam proses pernapasan, Anda tidak perlu membeli sebuah tabung oksigen." Maksudnya adalah untuk mendapatkan manfaat ini (oksigen), konsumen tak perlu membeli software (tabung oksigen). Akan tetapi, ada pula layanan atau service pada cloud computing ini bersifat komersil atau berbayar.
Misalnya, cloud computing di Indonesia, dimana konsumen ditawarkan mulai dari Rp. 500.000,- per bulan untuk server yang terdiri dari prosesor, memori, storage, hingga sistem operasi.

Pengantar Komputasi GRID



Komputasi Grid adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer yang terdistribusi dan terpisah secara geografis untuk memecahkan masalah komputasi dalam skala besar.
Sumber lain juga mengatakan bahwa komputasi grid adalah infrastruktur hardware dan software yang dapat menyediakan akses yang bisa diandalkan, konsisten, tahan lama, dan tidak mahal terhadap kemampuan komputasi mutakhir yang tersedia.
Dalam kenyataannya, komputasi grid adalah sebuah aplikasi dari pengembangan jaringan komputer, dimana perbedaannya adalah jika jaringan komputer konvensional berfokus pada komunikasi antar komputer, dan aplikasi komputasi grid mengacu pada bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumber daya, dan akses terhadap sumber daya.
Seandainya kelak nanti komputasi grid ini sudah sangat mumpuni, peluang akan semakin terbuka dalam kerjasama lintas organisasi, lintas benua dan lintas bangsa. Demikian pula di Indonesia, hal ini dapat membuka peluang bagi peneliti untuk melakukan komputasi yang sangat rumit, dengan menggunakan super komputer tercepat di dunia, tanpa harus melakukan investasi besar pada bidang teknologi informasi.

Untuk penerapannya, komputer grid dapat berpengaruh di berbagai bidang, diantaranya  :
-  Medical Images (eDiaMoND Project)
-  Computer Aided Drug Discovery (CADD)
-  Scientific Simulation
-  Big Science
-  E-Learning
-  Microprocessor Design
-  Visualization

Komputasi Terdistribusi dalam Komputasi Awan



Komputasi terdistribusi merupakan pengembangan dari komputasi awan dan komputasi grid, yaitu sebuah komputasi dari elemen - elemen dan cakupan yang cukup luas. Alasan mengapa banyak yang memakai sistem komputasi terdistribusi ini adalah untuk menawarkan sumber daya komputasi yang secara bersamaan dengan para pengguna., sehingga konsep permintaan dari para pengguna tidak harus menunggu antrian dalam  mendapatkan layanan atau service.
Selain itu, konsep komputasi terdistribusi akan memanfaatkan waktu luang prosesor yang tidak digunakan dalam prosesor atau idle process dan karena konsep ini banyak mengguanakan sistem, maka jika salah satu ada yang mengalami kerusakan atau crash akan tidak terpengaruh terhadap proses lainnya.
Yang lebih penting, konsep ini sangat baik sekali karena tidak membutuhkan source yang banyak, sehingga dapat menghemat biaya operasional.

Sumber  :
http://m.portal.paseban.com/?mod=content&act=read&id=12099
http://azuharu.net/grid-computing/penerapan-grid-computing/